ASPSB Kabupaten Serang, Refleksi May Day 2026
Serang, TF.com || Asep Saepulloh selaku Koordinator Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang.
HIDUP BURUH!
HIDUP BURUH!
HIDUP BURUH!
Bersatu... Berjuang... Menang.. Salam Perjuangan...
Kawan-kawan pekerja/ buruh yang masih setia dalam garis perjuangan bersama Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang.
May Day bukan sekadar seremoni tahunan. May Day adalah cermin perjuangan panjang kelas pekerja/buruh, dari masa ke masa, dari generasi ke generasi sampai batas yang tidak ditentukan.
Tahun 2026 ini, kita kembali diingatkan bahwa perjuangan buruh belum selesai. Hal tersebut terus bergerak, menyesuaikan zaman, namun tetap berpijak pada cita-cita yang sama: keadilan, kesejahteraan, dan martabat manusia.
Di Kabupaten Serang, denyut gerakan buruh tidak pernah padam. Kita adalah saksi sekaligus pelaku dari dinamika itu. Dari pabrik-pabrik besar hingga sektor informal, dari suara lantang di jalan hingga diskusi sunyi di ruang-ruang kaderisasi, semuanya adalah bagian dari mozaik perjuangan.
Namun refleksi hari ini menuntut kejujuran. Kita harus berani bertanya:
Apakah gerakan kita sudah cukup kuat melindungi yang lemah? Apakah solidaritas kita masih utuh, atau mulai tergerus kepentingan sesaat Apakah organisasi kita benar-benar menjadi alat perjuangan, atau justru terjebak dalam rutinitas tanpa arah?
May Day 2026 harus menjadi titik balik! gerakan buruh tidak boleh hanya reaktif terhadap kebijakan, tetapi harus visioner, mampu membaca arah perubahan industri, digitalisasi, dan tantangan geopolitik global. Kita tidak boleh tertinggal.
Perjuangan hari ini bukan hanya soal upah, tetapi juga,
"Kepastian Kerja, Kepastian Pendapatan, Kepastian Jaminan Sosial", di tengah maraknya sistem kontrak dan outsourcing, perlindungan sosial yang adil, ruang partisipasi buruh dalam pengambilan keputusan, serta penguatan organisasi sebagai alat perjuangan kolektif.
Sebagai bagian dari Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB), kita memikul tanggung jawab besar: menyatukan kekuatan, menghilangkan sekat-sekat sektoral, dan membangun gerakan yang lebih solid dan berdaya.
Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Sejarah telah membuktikan, kemenangan buruh hanya lahir dari persatuan.
Hari ini, kita tegaskan kembali:
Bahwa buruh bukan objek pembangunan, tetapi subjek utama.
Bahwa suara buruh bukan untuk dibungkam, tetapi untuk didengar.
Bahwa keadilan sosial bukan mimpi, tetapi hak yang harus diperjuangkan.
"Mari jadikan May Day 2026 sebagai momentum konsolidasi, edukasi, dan aksi yang bermartabat."
Kita kuat karena bersatu. Kita menang karena berjuang bersama.
HIDUP BURUH!
HIDUP BURUH!
HIDUP BURUH!
Bersama peringatan MAYDAY ini, kami sampaikan beberapa tuntutan ASPSB Kabupaten Serang, yaitu:
1. Evaluasi dan sahkan Perda Ketenagakerjaan Kabupaten Serang.
2. Berantas pungli dan calo ketenagakerjaan di Kabupaten Serang.
3. Laksanakan janji, benahi infrastruktur Kabupaten Serang.
Kami tidak hanya menuntut atas kondisi ini, kami juga akan terus mengawal proses perubahan bahagia bagi pekerja/ buruh di Kabupaten Serang.
(Jawir)














