videos

3/cate6/Vector

Recent post

Refleksi Hari Lahir Pancasila: Ketika Keadilan Sosial Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Bangsa


Oleh: Shauth Maressha M. Munthe (Josh Munthe) Aktivis Grassroots (Akar rumput) 

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk mengenang sekaligus menguatkan kembali nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila bukan sekadar rangkaian kalimat yang dihafalkan dalam upacara, melainkan pedoman moral dan ideologi yang seharusnya hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Namun, di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, muncul pertanyaan yang patut direnungkan bersama: sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari?

Sila kelima, "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia", menjadi salah satu cita-cita luhur yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya. Keadilan sosial seharusnya tidak hanya menjadi pelengkap dalam teks Pancasila, melainkan menjadi kenyataan yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai persoalan yang bertentangan dengan semangat keadilan sosial. Masih ada masyarakat yang mengalami intimidasi dalam menjalankan keyakinannya, munculnya penolakan atau pelarangan terhadap aktivitas ibadah kelompok tertentu, ketimpangan sosial dan ekonomi yang semakin terasa, hingga praktik-praktik yang merugikan kelompok pekerja.

Di sektor ketenagakerjaan, masih ditemukan calon pencari kerja yang menjadi korban percaloan dan pungutan yang tidak semestinya. Di dunia pendidikan, berbagai keluhan terkait pungutan yang memberatkan orang tua siswa juga masih kerap muncul. Sementara itu, kesempatan kerja yang layak bagi masyarakat belum sepenuhnya dapat diakses secara merata.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila masih membutuhkan komitmen yang lebih kuat dari seluruh elemen bangsa, baik pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, maupun masyarakat itu sendiri. Pancasila tidak akan memiliki makna apabila hanya dijadikan simbol atau slogan tanpa diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata.

Momentum Hari Lahir Pancasila hendaknya menjadi sarana introspeksi bersama. Sudahkah negara benar-benar hadir untuk melindungi seluruh warga tanpa diskriminasi? Sudahkah keadilan dapat dirasakan oleh mereka yang berada di lapisan bawah? Dan sudahkah nilai kemanusiaan serta persatuan menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan?

Pancasila lahir sebagai pemersatu bangsa yang majemuk. Oleh karena itu, implementasi nilai-nilainya tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan semata. Pancasila harus hidup dalam tindakan, hadir dalam kebijakan, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia.

Karena sejatinya, ukuran keberhasilan Pancasila bukanlah seberapa sering ia diperingati, melainkan seberapa nyata nilai-nilainya diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.

Mari menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, bukan sekadar semboyan, agar keadilan sosial benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

(TF)

SDN Sumur Hejo Cikande Lepas 71 Siswa/Siswi Kelas VI Angkatan XLV , Harap Jadi Generasi Berkarakter


Serang, TF.com ||
 Suasana haru mewarnai acara pelepasan siswa kelas VI Angkatan XLV , SDN Sumur Hejo resmi melepas sebanyak 71 siswa/ siswi setelah 6 tahun menimba ilmu di sekolah tersebut.

Acara pelepasan dan perpisahan siswa kelas VI tahun ajaran 2025/2026 dengan tema " Bersama kita belajar bersama kita bersinar " yang dilaksanakan di Halaman SD Negeri Sumur Hejo, Desa Leuwilimus , Kecamatan Cikande , Kabupaten Serang pada hari Senin , 1 Juni 2026.


Kegiatan pelepasan tersebut dihadiri 71 siswa kelas VI, guru, orang tua wali murid, Komite Sekolah, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Pengawas SD Kecamatan Cikande .

Pelepasan tersebut , sebagai bentuk apresiasi atas kelulusan siswa-siswi dan motivasi untuk melanjutkan ke jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

Acara diisi pentas seni tari daerah, pembacaan puisi perpisahan , prosesi penyerahan tanda kelulusan dan penyerahan penghargaan kepada siswa/siswi prestasi terbaik.

Kepala SDN Sumur Hejo Asmin Supriyono , S.Pd, M.Pd menyampaikan pesan agar lulusan SDN Sumur Hejo tetap menjaga nama baik almamater. “Anak-anak sudah kami bekali ilmu dan akhlak. Maka tugas orang tua dan masyarakat melanjutkan pembinaan selanjutnya ke jenjang sekolah menengah pertama(SMP),Jangan berhenti belajar agar tercapai cita-cita kalian,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari salah satu orang tua wali murid Saprudin mengapresiasi kerja keras guru selama 6 tahun. 

" Kami mengucapkan terimakasih kepada guru-guru SDN Sumur Hejo karena selama 6 tahun sudah mendidik anak-anak kami hingga dinyatakan lulus, " ucapnya.

Dengan pelepasan terlihat para orang tua wali murid juga tampak terharu meneteskan air mata saat memeluk anak -anaknya di panggung .Acara ditutup dengan foto bersama dan pelepasan pesawat terbuat dari kertas sebagai simbol harapan.

(Biing)

Komandan Grup 1 Kopassus Brigjen TNI Raden Nashrul Bacakan Pembukaan UUD 1945 Saat Upacara Hari Lahir Pancasila di KP3B


Kota Serang, TF.com ||
Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Upacara Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur TNI, Pemerintah Daerah, serta berbagai elemen masyarakat, Senin (1 Juni 2026).

Pada kesempatan tersebut, Komandan Grup 1 Kopassus, Raden Nashrul Faturrohman, mendapat kehormatan membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 di hadapan seluruh peserta upacara.

Pembacaan Pembukaan UUD 1945 menjadi salah satu rangkaian utama dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai dasar bangsa yang telah menjadi fondasi kehidupan bernegara. Dengan penuh penghayatan dan semangat kebangsaan, Brigjen TNI Raden Nashrul Faturrohman membacakan naskah konstitusi yang menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Grup 1 Kopassus dengan Pemerintah Daerah dalam mendukung pembangunan serta kemajuan bangsa. 

Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu memperkuat persatuan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.

Kehadiran Brigjen TNI Raden Nashrul Faturrohman dalam upacara tersebut juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Banten. Pasalnya, perwira tinggi TNI AD yang saat ini menjabat sebagai Komandan Grup 1 Kopassus tersebut merupakan putra asli Banten yang berasal dari Pandeglang.


Keberhasilan Brigjen TNI Raden Nashrul Faturrohman meniti karier hingga menduduki jabatan strategis di lingkungan TNI AD diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda Banten. Semangat pengabdian, kerja keras, disiplin, serta kecintaan terhadap tanah air yang ditunjukkan putra daerah tersebut menjadi contoh nyata bahwa generasi muda Banten memiliki peluang yang sama untuk berprestasi dan mengharumkan nama daerah maupun bangsa di tingkat nasional.

Melalui semangat kebersamaan ini, Grup 1 Kopassus bersama Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus mempedomani butir-butir Pancasila dalam setiap langkah pengabdian kepada bangsa dan negara. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial menjadi landasan utama dalam membangun Indonesia yang maju, kuat, dan berdaya saing.

Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, mencerminkan tekad bersama seluruh komponen bangsa untuk menjaga persatuan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

(Jawir)

Idul Adha di UNMA, Sembelih 2 Sapi dan 3 Kambing, Perkuat Nilai Kepedulian dan Kebersamaan Sivitas Akademika


Pandeglang, TF.com || 
 Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten melaksanakan penyembelihan hewan kurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan kampus, Jumat (29 Mei 2026). Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin tahunan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan melibatkan seluruh unsur sivitas akademika, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Pada pelaksanaan kurban tahun ini, Kampus UNMA menyembelih dua ekor sapi dan tiga ekor kambing yang berasal dari partisipasi keluarga besar kampus. Selain itu, UNMA juga menerima bantuan sebanyak 70 kilogram daging sapi dari Masjid Istiqlal Jakarta yang selanjutnya akan didistribusikan kepada sivitas akademika serta masyarakat yang berhak menerima di sekitar lingkungan kampus.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban dipusatkan di area kampus dan dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Mathla’ul Anwar Banten, Prof. Dr. Andriansyah, M.Si., para Wakil Rektor, dekan dan wakil dekan fakultas, kepala lembaga, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan organisasi dan lembaga kemahasiswaan. Kehadiran berbagai unsur kampus tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong yang terus dipelihara dalam kehidupan akademik UNMA.

Rektor UNMA Banten, Prof. Dr. Andriansyah, M.Si., mengatakan bahwa Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ibadah kurban semata, tetapi juga menjadi momentum refleksi untuk memperkuat nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah kurban memiliki relevansi yang sangat kuat dengan misi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan integritas generasi muda.

"Idul Adha mengajarkan kepada kita makna pengorbanan, keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tugas perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan tanggung jawab kemanusiaan," ujar Prof. Andriansyah.

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada mahasiswa. Karena itu, kegiatan kurban tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang mampu menumbuhkan empati, solidaritas, dan kesadaran sosial.

"Kami berharap momentum Idul Adha ini semakin mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat. Kampus harus hadir bukan hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UNMA Banten, Nur Aziz Hakim, S.H., M.M., M.Kn., menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini merupakan wujud nyata semangat kebersamaan seluruh keluarga besar UNMA dalam membangun budaya berbagi dan kepedulian sosial.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut tidak terlepas dari partisipasi berbagai pihak yang secara sukarela memberikan dukungan, baik dalam bentuk hewan kurban maupun keterlibatan langsung dalam proses penyelenggaraan kegiatan.

"Alhamdulillah, pelaksanaan kurban tahun ini berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa nilai gotong royong masih tumbuh kuat di lingkungan UNMA. Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan kurban, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat," ujar Nur Aziz Hakim.

Ia menegaskan bahwa semangat kurban harus dimaknai sebagai upaya membangun kepedulian kolektif terhadap sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, distribusi daging kurban dilakukan secara tertib dan merata agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Di sisi lain, panitia pelaksana menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan mulai dari penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban dilaksanakan sesuai ketentuan syariat dan memperhatikan aspek kebersihan serta kesehatan. Daging kurban akan disalurkan kepada dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, petugas kampus, serta masyarakat sekitar yang telah terdata sebagai penerima manfaat.

Bagi keluarga besar UNMA, kegiatan kurban bukan hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga bagian dari implementasi nilai-nilai Islam yang menekankan pentingnya berbagi, peduli, dan memperkuat solidaritas sosial. Melalui kegiatan tersebut, kampus berupaya membangun hubungan yang semakin erat antara dunia akademik dan masyarakat.

Pelaksanaan kurban tahun ini juga menjadi bukti komitmen Universitas Mathla’ul Anwar Banten dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, dan pengabdian sosial ke dalam kehidupan kampus. Semangat itu sejalan dengan peran perguruan tinggi sebagai institusi yang tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.

Melalui momentum Idul Adha 1447 Hijriah, UNMA berharap semangat pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian yang terkandung dalam ibadah kurban dapat terus tumbuh dan menjadi budaya bersama, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan bermasyarakat yang lebih luas.

(Jawir)

Memperingati Idul Adha 1447 H Perusahaan PT Angels Products Bagikan Belasan Hewan Qurban


Serang, TF.com ||
Di tengah semangat momentum memperingati hari raya Idul Adha 1447 H yang jatuh pada hari rabu 27 mei 2026 PT Angels Products 

Bagikan Belasan Hewan Qurban.

Hal ini menunjukkan bahwa makna pengorbanan tak hanya milik individu, tapi juga bisa menjadi sikap kolektif sebuah institusi dalam hal ini perusahaan PT Angels Products sebuah perusahaan yang beroperasi di kawasan Bojonegara ini kembali menyalurkan belasan hewan kurban yang rutin kepada masyarakat sekitar.


Melalui aksi nyata yang tak hanya berbicara tentang ibadah, tetapi juga tentang kemanusiaan dan kebersamaan. Langkah sosial ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satu Kepala Desa Bojonegara dan Kepala Desa Margagiri. 

Para Kepala Desa menilai bahwa aksi PT Angels Products adalah contoh nyata tanggung jawab sosial yang membumi, merekapun(Kepdes) menyampaikan apresiasi dan harapan perusahaan tetap sukses dan berkah.

“Kami mengapresiasi Perusahaan PT Angels Products dimana di tengah dinamika sosial dan ekonomi, perusahaan ini selalu berkontribusi dan tentunya tetap hadir dan peduli terhadap masyarakat sekitar, terutama menjelang momen Idul Adha 1447 H yang penuh makna”.Ungkap Kepala Desa H. Ruhul Amin, ST kepada awak media.

“Penyerahan ini bukan sekadar seremonial. itu adalah bentuk kehadiran perusahaan dalam kehidupan sosial warga. Itulah makna kurban yang sesungguhnya adalah berbagi, membangun solidaritas, dan memperkuat jalinan sosial,” ujarnya.

H. Ruhul Amin, ST menambahkan, di tengah berbagai isu yang kerap menghantui relasi antara industri dan masyarakat, langkah seperti ini menjadi hal positif yang perlu diperkuat dan ditingkatkan. Ia juga berharap agar sinergi semacam ini bisa ditiru oleh perusahaan lain.

"Perusahaan ini(PT.Angel Products)

sebagai contoh konkret agar masyarakat dan perusahaan saling senergi dan harapan saya perusahaan sebagai contoh kepada perusahaan yang ada di wilayah Desa sekitarnya ",pungkasnya.

Sementara salah satu jurnalis senior Andre mengapresiasi kegiatan perusahaan PT.Angel Products yang membagikan belasan hewan qurban dalam momentum hari raya Idul Adha 1447 H.

"Luar biasa saya sebagai wartawan notabene bertugas sebagai kontrol sosial tentunya Salut dan empati perusahaan PT.Angel Products berbagi di Idul Adha 1447 H , dimana wartawan pun punya tugas mengangkat sisi-sisi kebaikan seperti ini agar jadi inspirasi publik.",ungkap Andre 

"Masyarakat perlu tahu bahwa masih banyak perusahaan yang mengedepankan hati dan empati dalam aktivitasnya,” Tutup Andree sebagai Ketua PWI Kabupaten Serang.

Pantauan awak media penyaluran hewan kurban dilakukan secara langsung oleh pihak perusahaan kepada tokoh-tokoh masyarakat dari Desa Bojonegara, Desa Margagiri, hingga para karyawan dan tenaga pendukung internal. 

Tidak ada panggung besar atau publisitas berlebihan, yang ada adalah kepedulian yang diam-diam menyentuh.

(TF)

Unit Reskrim Polsek Jawilan Ringkus 2 Pelaku Pencurian Kabel Perusahaan


Serang, TF.com || 
Dua pelaku pencurian kabel tembaga listrik milik Pt Pasifik Cahaya Asia di Kawasan industri Buditexindo, Desa Junti, kecamatan Jawilan diringkus Unit Reskrim Polsek Jawilan polres Serang. 2 Pelaku tersebut berinisial JI (28) warga Desa Pasir Kembang, Kecamatan Pamarayan, dan FA (20) warga desa Mander, kecamatan Bandung, kabupaten Serang.


Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan melalui Kapolsek Jawilan AKP Erwan Nurwanda mengatakan, pelaku melakukan aksi kriminalitasnya pada tanggal 08 mei 2026 di dalam pabrik yang diketahui kedua Pelaku merupakan Karyawan harian di Perusahaan tersebut.

"Pada hari Rabu tgl 27 Mei 2026 jam 14.00 wib Anggota Unit Reskrim Polsek Jawilan dipimpin oleh Kanit Reskrim IPDA Arief Rifai, melakukan Penyelidikan di TKP dan Darkum Serang lainnya, kemudian dari hasil Penyelidikan, didapat informasi dan petunjuk bahwa yang diduga sebagai Pelaku Pencurian berjumlah 2 (dua) orang hal tersebut diperkuat adanya rekaman cctv perusahaan yang terlihat gerak gerik dua pelaku mencurigakan di area pabrik," kata Kapolsek.

Tak butuh lama, anggota unit Reskrim Polsek Jawilan bergerak menangkap kedua pelaku, dan berhasil diringkus di kediaman kedua pelaku beserta barang bukti yang dicuri.

"Kemudian Team langsung bergerak melakukan pengejaran terhadap Kedua Pelaku selanjutnya keduanya berhasil ditangkap di kediamannya masing masing berikut barang buktinya. Selanjutnya kedua pelaku tersebut dibawa ke Polsek Jawilan untuk dilakukan pemeriksaan, dan dari hasil pemeriksaan bahwa Kedua Pelaku tersebut sudah beberapa kali melakukan pencurian," pungkasnya.

Kepada polisi pelaku nekad melakukan pencurian karena terdesak kebutuhan ekonomi, dari kedua pelaku polisi berhasil mengamankan satu mesin gerinda, Potongan kabel, dan pisau Carter, atas perbuatannya pelaku terancam tindak pidana pencurian dengan pemberatan, sebagaimana dimaksud pasal 477 KUHPidana dengan hukum 4 tahun penjara.

(TF)

Konferensi Pers, Satreskrim Polresta Serang Kota Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Berencana di Gelam Cipocok


Kota Serang, TF.com || 
Tim gabungan yang terdiri dari Jatanras, Resmob Satreskrim Polresta Serang Kota dan Unit Reskrim Polsek Cipocok Jaya berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan berencana dan atau pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 459 Jo Pasal 458 KUHPidana, konferensi pers bertempat di Aula Wicaksana Laghawa Polresta Serang Kota, Senin (25 Mei 2026).

Pengungkapan kasus tersebut berdasarkan laporan polisi nomor:

LP/B/298/V/2026/SPKT/POLRESTA SERANG KOTA/POLDA BANTEN, tanggal 19 Mei 2026.

Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria, menjelaskan, korban diketahui berinisial BY (40), warga Link Pakel Masjid, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya. Sementara saksi sekaligus pelapor berinisial MI (55), yang juga merupakan warga Link Pakel Masjid, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya.

Adapun identitas pelaku yakni AS (47), warga Link Babakan, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya tambah Kapolresta.

Kasat Reskrim Polresta Serang Kota Kompol Alfano Ramadhan, menambahkan Peristiwa bermula saat masyarakat menemukan sesosok mayat di pinggir jalan dekat kebun, tepatnya di Jalan Link Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, pada Senin, 18 Mei 2026 sekitar pukul 17:00 WIB. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkan kepada kepolisian.

Setelah menerima informasi terkait dugaan penemuan mayat tersebut, personel gabungan Satreskrim Polresta Serang Kota langsung mendatangi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasarkan hasil pemeriksaan di TKP serta hasil autopsi, korban BY diduga meninggal dunia secara tidak wajar akibat adanya sejumlah luka pada tubuh korban.

Selanjutnya, Tim Gabungan melakukan serangkaian penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) unit handphone merek OPPO A51 milik korban yang sebelumnya hilang.

Dari hasil pengembangan penyelidikan, tim memperoleh informasi bahwa terduga pelaku berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya, tepatnya di sebuah kontrakan milik saudaranya di Jalan Garuda Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Pada Jumat (22 Mei 2026), sekitar pukul 01:15 WIB dini hari, Tim Gabungan berhasil mengamankan terduga pelaku AS tanpa perlawanan. Selanjutnya pelaku dibawa ke kantor Satreskrim Polresta Serang Kota guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kanit Jatanras IPTU Angga Kusuma memimpin penangkapan bersama tim gabungan turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa, 1 (satu) unit HP merek OPPO A51, 1 (satu) buah gamis warna hitam milik korban, 1 (satu) buah celana pendek warna hitam, 1 (satu) buah masker warna hitam, 1 (satu) pasang sandal karet warna hitam, 2 (dua) buah tali tambang warna hijau.

"Diketahui motif tersangka yaitu karena sakit hati diejek oleh Korban ketika korban meminjam sejumlah uang," tutup Yudha.

(TF)

Jauhi, Lawan, dan Perangi Narkotika, Denpom III/4 Serang Gandeng BNN Kota Cilegon


Serang, TF.com || 
Denpom III/4 Serang berkolaborasi dengan BNN Kota Cilegon melaksanakan pemeriksaan tes urine untuk memastikan anggota Denpom III/4 Serang bersih dari narkotika dan siap untuk berperang melawan narkotika, bertempat di Aula Mako Denpom III/4 Serang, Senin (25 Mei 2026).


Komandan Denpom III/4 Serang Letkol Cpm Dadang Dwi Saputro, mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas BNN Kota Cilegon, seluruh anggota Denpom III/4 Serang dinyatakan negatif narkotika.

"Bersama sama jauhi dan perangi narkotika, jangan pernah mencoba. Lawan narkotika," ucapnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BNN Kota Cilegon R. Bogie Setia Prawira Nusa dan jajaran BNN Kota Cilegon.

(Jawir)

Spesialis Pembobol Rumah Warga Dibekuk, Polisi Amankan Motor dan 4 Handphone


Serang, TF.com || 
Aksi spesialis pembobol rumah warga yang meresahkan masyarakat di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang akhirnya berhasil diungkap petugas gabungan Polsek Cikande dan Tim Resmob Satreskrim Polres Serang.

Tiga pelaku pencurian dengan pemberatan berhasil diringkus di sebuah rumah di Perumahan Bumi Negara Lestari (BNL) Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, milik salah seorang pelaku.

Ketiga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial TPP, 28 tahun, dan ABD, 46 tahun, keduanya warga Desa Nagara, Kecamatan Kibin, serta MK, 22 tahun, warga Dusun Gunung Batu, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Oku Timur. Ketiganya diduga merupakan spesialis pembobol rumah warga yang telah beberapa kali beraksi.

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan keberadaan para pelaku di salah satu rumah di kawasan Perumahan BNL.

“Setelah memperoleh informasi dari masyarakat, ketiga pelaku diamankan di rumah ABD, salah satu pelaku, tepatnya Senin, 18 Mei kemarin,” kata AKBP Andri Kurniawan didampingi Kasatreskrim AKP Andi Kurniady ES, Senin, 25 Mei 2026.

Kapolres menjelaskan, aksi pencurian yang dilaporkan korban terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu rumah milik korban bernama Sinta, 26 tahun, yang berada di Perumahan Bumi Negara Lestari Blok L16 No 26 dibobol pelaku ketika korban sedang tertidur.

Dalam aksi tersebut, pelaku berhasil menggondol satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam tahun 2020 bernomor polisi A 5677 BO serta satu unit telepon genggam milik korban. Kedua barang tersebut sebelumnya disimpan di dalam rumah dalam kondisi pintu rumah terkunci.

“Korban baru mengetahui kejadian tersebut saat bangun tidur dan mendapati sepeda motor serta handphone miliknya sudah tidak ada,” ujar Kapolres.

Merasa menjadi korban tindak pidana pencurian dengan pemberatan, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Cikande. Berbekal laporan korban dan hasil penyelidikan di lapangan, tim gabungan yang dipimpin Ipda Athallah Thoriq akhirnya berhasil mengidentifikasi para pelaku.

Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku diketahui masuk ke dalam rumah korban dengan cara merusak bagian jendela rumah. Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian mengambil barang-barang berharga milik korban sebelum melarikan diri.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat hasil curian serta empat unit handphone yang diduga berkaitan dengan aksi kejahatan para pelaku.

“Modus operandi para pelaku yakni masuk ke rumah korban dengan merusak jendela. Dari pemeriksaan juga diketahui ketiganya merupakan spesialis bobol rumah dan sudah melakukan aksi kejahatan lebih dari satu kali,” jelas alumnus Akpol 2006.

Saat ini ketiga tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Mapolres Serang guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya lokasi kejadian lain yang melibatkan para pelaku.

(TF)

Korban Dijanjikan Kerja di PT Lemonilo, Uang Jutaan Raib Diduga Digelapkan Calo Loker


Tangerang, TF.com || 
Dugaan praktik penipuan berkedok penyaluran tenaga kerja kembali mencuat di wilayah Kabupaten Tangerang.

Sejumlah pencari kerja mengaku menjadi korban setelah dijanjikan pekerjaan di perusahaan makanan ternama, namun hingga berbulan-bulan tak kunjung bekerja meski sudah menyerahkan uang jutaan rupiah kepada pihak yang mengaku sebagai penyalur tenaga kerja.

Kasus ini bermula ketika korban melihat informasi lowongan kerja melalui akun TikTok bernama “Loker Tangerang” yang aktif memposting berbagai lowongan pekerjaan di sejumlah perusahaan.


Dari akun tersebut, calon pelamar diarahkan untuk menghubungi nomor WhatsApp 0857-7324-3784.

Salah satu korban, Nuvi, mengaku awalnya tertarik dengan lowongan kerja di PT Lemonilo. Setelah berkomunikasi melalui WhatsApp, dirinya diminta membayar uang sebesar Rp300 ribu dengan alasan biaya member atau pendaftaran yayasan.

“Awalnya saya lihat lowongan di TikTok akun Loker Tangerang.

Saya tertarik karena ada info penerimaan kerja di PT Lemonilo. Setelah chat WhatsApp, saya diminta bayar uang member Rp300 ribu,” ujar Nuvi kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).


Keesokan harinya, Nuvi diarahkan datang ke sebuah yayasan bernama PT Damai Putih Abadi yang beralamat di Jalan Raya Bumi Indah Blok RA Nomor 4 Tahap 1, Kutabumi, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Ia diminta datang mengenakan pakaian putih dan sepatu formal.

Di lokasi tersebut, Nuvi bertemu dengan korban lain bernama Rika yang juga dijanjikan pekerjaan di perusahaan yang sama. Keduanya kemudian bertemu seseorang bernama Doni yang memeriksa berkas lamaran dan menjelaskan proses pekerjaan.

Setelah itu, mereka diarahkan ke yayasan lain yang disebut masih berhubungan atau “gabungan” dengan PT Lemonilo, yakni Yayasan Sukses Persada Mandiri (SPM), untuk mengikuti tes seleksi dan pendataan.

Namun setelah proses tersebut selesai, korban kembali diminta mentransfer uang sebesar Rp. 700 ribu dengan alasan biaya administrasi dan penempatan kerja.

Tak berhenti di situ, beberapa hari kemudian korban kembali dihubungi dan dijanjikan akan langsung masuk kerja di PT Lemonilo. Akan tetapi, korban kembali diminta menyerahkan uang sebesar Rp. 2,5 juta.

Karena percaya proses tersebut resmi, korban akhirnya mentransfer uang yang diminta. Namun saat datang ke lokasi perusahaan sesuai arahan terduga pelaku, korban justru dibuat menunggu tanpa kepastian.

“Saya sudah datang ke PT Lemonilo sesuai arahan. Tapi saya tunggu lama sekali, telepon dan WhatsApp saya tidak direspons. Bahkan saat saya tanya ke pihak perusahaan, mereka bilang tidak ada penerimaan kerja seperti itu,” ungkap Nuvi.

Korban menduga akun TikTok “Loker Tangerang” digunakan sebagai modus untuk mencari calon korban. Setelah calon korban tertarik dan menghubungi nomor WhatsApp yang dicantumkan, korban diarahkan datang ke yayasan, diminta membayar uang member, administrasi, hingga biaya penempatan kerja dengan iming-iming langsung diterima bekerja.

Dalam perkara ini, nama yang disebut oleh para korban adalah seseorang yang dikenal dengan nama “Reska”. Namun berdasarkan informasi transfer dan penelusuran nomor rekening maupun aplikasi Get Contact, identitas tersebut diduga mengarah kepada nama Tirta Hariyadi dan juga muncul nama Ahmad Zaini.

Korban juga menyebut adanya nomor DANA yang digunakan menerima transfer, yakni 0896-9746-4953.

Akibat kejadian tersebut, korban bernama Rika mengaku mengalami kerugian sebesar Rp. 700 ribu, sementara Novi mengalami kerugian mencapai Rp. 3,5 juta.

Saat dikonfirmasi pada 15 Mei 2026 lalu, terduga calo disebut sempat mengakui menerima uang dari kedua korban untuk proses pekerjaan di PT Lemonilo yang berada di Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.

Bahkan, terduga pelaku sempat berjanji akan mengembalikan seluruh uang korban paling lambat Kamis, 21 Mei 2026. Namun hingga kini janji tersebut tidak ditepati.

“Intinya uang dua korban itu sekitar Rp. 4 juta yang harus dikembalikan. Tapi sampai sekarang hanya janji-janji saja,” kata korban.

Para korban kini berupaya membuat laporan resmi ke Polresta Tangerang terkait dugaan penipuan lowongan kerja tersebut. Mereka juga tengah mencari korban lain yang diduga mengalami kejadian serupa.

“Kami berharap polisi segera mengusut kasus ini. Kemungkinan masih banyak korban lain yang sudah menyerahkan uang tapi tidak pernah bekerja,” ujar Rika dan Nuvi.

Korban meminta aparat kepolisian segera menyelidiki dugaan praktik penipuan lowongan kerja berkedok yayasan tersebut agar tidak semakin banyak masyarakat yang menjadi korban, khususnya para pencari kerja yang sedang membutuhkan pekerjaan.

(TF)

Spesialis Hiburan Organ Tunggal, Pasangan Kekasih Pelaku Curanmor Diciduk Tim Pidum Satreskrim


Serang, TF.com || 
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang berhasil membongkar komplotan pencurian kendaraan bermotor yang kerap beraksi di lokasi hiburan pesta pernikahan. Uniknya, dua pelaku utama diketahui merupakan pasangan kekasih.

Kedua pelaku yakni JM alias KM, 41 tahun, warga Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak dan DA alias DI, 28 tahun, warga Desa Cilaku, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.

Pasangan kekasih spesialis curanmor tersebut ditangkap personel Satreskrim Polres Serang saat akan beraksi di pesta organ tunggal acara pernikahan di wilayah Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang pada Rabu, 20 Mei 2026.

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan pengungkapan kasus curanmor tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan korban bernama Riwan, 37 tahun, warga Desa Mender, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang.

“Korban melaporkan kehilangan sepeda motor Honda Scoopy A 6563 IF saat menonton hiburan organ tunggal pesta pernikahan pada Selasa, 12 Mei 2026 sekitar pukul 23.30 WIB,” kata Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Andi Kurniady ES, Jumat, 22 Mei 2026.

Berbekal laporan tersebut, personel Unit Pidum Satreskrim Polres Serang langsung melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku pencurian motor tersebut.

Dalam proses penyelidikan, petugas memperoleh informasi dari masyarakat terkait akan adanya transaksi jual beli motor Honda Scoopy hasil kejahatan di wilayah Jasinga, Kabupaten Bogor.

“Petugas kemudian bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan dua orang penadah berinisial SA, 40 tahun, dan SU, 31 tahun, keduanya warga Kabupaten Bogor,” ujar Kapolres.

Dari hasil pemeriksaan terhadap kedua penadah itu, diketahui motor Honda Scoopy yang dijual identik dengan milik korban Riwan dan diperoleh dari pelaku KM.

Berbekal informasi tersebut, Tim Unit Pidum yang dipimpin Ipda Athallah Thoriq kembali melakukan pengembangan dan berhasil melacak keberadaan KM bersama kekasihnya DI.

“Keduanya berhasil ditangkap saat akan beraksi di pesta organ tunggal acara pernikahan di wilayah Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang,” jelas Andri Kurniawan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasangan kekasih tersebut mengaku sudah melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di 15 tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Provinsi Banten.

Kapolres mengatakan para pelaku memang menjadikan lokasi hiburan hajatan dan pesta pernikahan sebagai sasaran karena dinilai ramai dan memudahkan aksi pencurian dilakukan.

“Pelaku mengaku sering beraksi di lokasi hajatan maupun hiburan organ tunggal karena situasi ramai sehingga memudahkan mereka mengambil kendaraan korban,” ungkapnya.

Dari tangan para pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa empat unit sepeda motor Honda berbagai jenis, empat unit telepon genggam serta satu buah kunci T yang digunakan untuk beraksi.

“Saat ini keempat pelaku berikut barang bukti sudah diamankan di Mapolres Serang guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” tutup alumnus Akpol 2006.

(TF)